Mau Dibawa Kemanakah Perjalanan Ini?

..mau dibawa kemanakah perjalanan ini?..

Banyak hal yang terjadi belakangan ini dalam dakwah kampus. Silih berganti nian perjalanan ini. Tongkat estafet dakwah terus digulirkan dari generasi ke generasi. Mau dibawa kemanakah perjalanan ini?

Kawan, berat terasa oleh langkahmu, penat terasa kepalamu, remuk terasa punggungmu menaggung semua beban dakwah ini, tak hanya dirasa olehmu sendiri. Pernahku berkata pada diriku sendiri, aku sudah lelah kawan, aku lelah dengan semua tingkah kalian yang tak kunjung membaik. Banyak terasa kami bekerja sendiri, hanya kami dan kami. Lalu dimanakah yang namanya amal jama’i itu? Bukankah dakwah ini tak bisa dipikul oleh seorang diri kawan? Lalu dimanakah kalian disaat bangunan ini mulai keropos dimakan usangnya usia dan tempaan berbagai macam badai? Tak banyak ku berkaca, mungkin karena terlalu lelah mengangkat cermin dan memuhasabah diri ini. Sudah sejauh apakah yang telah kuberikan untuk jalan dakwah ini? Tanyakan itu kawan pada dirimu, tanyakan…

Kawan, da’i memang bukanlah seorang malaikat yang selalu benar dalam bertindak dan senantiasa memenuhi ucapannya dengan dzikir. Tapi kawan, kau tahu? Kau indah karena perjuanganmu untuk menuju jalan tersebut. Setiap dari kita memiliki kekurangan, tapi betapa banyak Allah telah memberikan kelebihan dan kenikmatan untuk kita. Betapa banyak Allah tunjukan jalan cintaNya untuk kita. Begitu cintanya terhadap kita, Allah berikan suatu jalan yang begitu indah. Jalan dakwah. Lalu mau dibawa kemana ia?

Ukhuwah, kata itu mulai sering kudengar ketika kumasuki jalan ini, namun kata memang tak semudah ketika diucapkan. Banyak hal yang menjadi pembuktian akan kokohnya bangunan ukhuwah itu. Ia dibagun atas dasar cinta kepadaNya, ia dibangun atas dasar taat padaNya. Pembuktian itu hadir ketika kau sendiri, disaat yang lain berdiam diri, disaat yang lain mulai lelah dan berguguran, disitulah kau diuji kawan. Sakitnya dan perihnya berjalan di jalan dakwah ini, semoga menjadi batu – bata pembangun istana kita di syurga, penggugur dosa – dosa kita. Sakitnya adalah permata, pedihnya adalah telaga mata air di syurga.

Kawan mau dibawa kemana jalan ini?

Dan jawabannya ada hi hatimu..

Senin, 16 Agustus 2010 11.45 PM

Di sudut kecil ruangan itu

  1. kemana saja asal sampai

  2. asal sampai, klo cuma mampir aja aku pasrah klo emang diampirin kesana

    • hm…pasrah ya? pemuda itu harus optimis dan berusaha terus sampai titik maksimalnya, bsk hari kemerdekaan bangsa Indonesia, mas hari tau waktu Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan bangsa kita juga di bulan Ramadhan? spirit perjuangan itu yg seharusnya ditanamkan di diri setiap pemuda Indonesia.
      Neraka bukan motel apalagi hotel, atau apinya hanya sebatas kobaran debus saja, sebagai seorang muslim saya menginginkan langsung ke syurga drpd ke neraka dlu, na’udzubillahimindzalik…

      tp semua pilihan ada di tangan kita, now it’s up to you

      • ckckck yg bginian didebatkan sedemikian rupa -__-”

  3. :) manusia bisanya cuma pasrah pada Tuhan, walo ingin surga tapi klo belom pantas ya mau apa dikata.. memohon dan menunggu keputusan itu saja :)

    • ukhti
    • August 19th, 2010

    manusia itu harus berusaha, ikhtiar dlu baru tawakal, ga langsung pasrah begitu saja. itu namanya kalah sebelum berperang!

    klo tinggal nunggu ngapain capek2 hidup, sebagai seorang muslim seharusnya sadar apa tujuannya dia hidup!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.